Sunday, October 23, 2016

Zaman Pra-aksara Di indonesia

1. Pengertian Masa Pra-Aksara
            Masa pra aksara disebut juga zaman pra sejarah. Masa pra aksara di sebut juga zaman Nirleka , Nir artinya tidak ada , leka artinya huruf. Masa pra-aksara adalah zaman di mana manusia belum mengenal tulisan. Manusia yang hidup pada masa ini di sebut manusia purba.

            Walaupun masa pra aksara tidak mengenal huruf, namun peninggalan-peninggalanya dapat di ketahui dari sisa tubuh manusia dan hewan-hewannya, atau sering di sebut fosil, selain itu dari benda-benda peninggalan nya. Masa pra aksara ini di mulai sejak terbentuknya bumi
sampai manusia mulai mengenal tulisan.

            Ilmu yang mempelajari masa pra aksara yaitu Paleontropologi yaitu ilmu yang memepelajari bentuk manusia dari yang paling sederhana sampai manusia sekarang. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari fosil-fosil. Geologi adalah ilmu yang mempelajari lapisan tanah.

            Oleh karena zaman pra sejarah tidak meninggalkan bukti benda-benda bertulisan, maka benda-benda bersejarah dapat dianalisis umurnya dengan teknik analisis sebagai berikut: 1. Tipologi adalah cara penentuan umur benda berdasarkan bentuknya. Makin sederhana bentuknya makin tua umur benda tersebut, 2. Stratigrafi adalah cara penentuan umur benda berdasarkan lapisan tanah tempat benda tersebut, 3. Kimiawi adalah cara penentuan umur benda berdasarkan unsur-unsur kimia yang terkandung pada suatu benda.

2. Pembagian Zaman Prasejarah Menurut Geologi
            Perkembangan bumi dapat diketahui melalui ilmu geologi yakni mengenai komposisi proses dan sejarah pembentukan muka bumi serta strukturnya. Pembagian zaman menurut geologi adalah sebagai berikut:
A. Arkeozoikum adalah zaman tertua dalam sejarah perkembangan bumi yang berlangsung kira-kira 2500 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini kulit bumi masih panas dan masih belum ada kehidupan.

B. Paleozoikum, pada masa ini terjadi penurunan suhu bumi sehingga mulai muncul kehidupan binatang-binatang kecil seperti bakteri dan binatang bersel satu. Setelah itu muncul jenis ikan dan permulaan jenis amfibi dan reptil.

C. Mesozoikum disebut juga zaman sekunder atau zaman reptil. Pada masa ini terjadi pertumbuhan kedua dalam tingkat kehidupan mahluk hidup seperti dinosaurus serta jenis burung dan binatang menyusui tingkat rendah.

D. Neozoikum adalah masa bumi sudah stabil dan kehidupan semakin berkembang. Zaman Neozoikum dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Zaman tersier, binatang besar mulai berkurang dan muncul binatang menyusui seperti kera dan monyet.
2. Zaman kuarter, mulai muncul manusia purba.

3. Pembagian Zaman Pra-aksara Berdasarkan Arkeologi
            Zaman Pra-aksara berdasarkan arkeologi, dapat dibagi menjadi dua zaman sebagai berikut.
A. Zaman batu
            Zaman batu mebubjuk kepada suatu periode dimana alat-alat kehidupan manusia terbuat dari batu, meskipun ada alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu dan tulang tetapi pada zaman ini secara dominan alat-alat yang digunakan terbuat dari batu. Zaman batu dibedakan lagi menjadi tiga
periode sebagai berikut.

1). Zaman batu tua (Paleolithikum)
            Zaman batu tua merupakan suatu masa dimana hasil buatan alat-alat dari batunya masih kasar dan belum diasah sehingga bentuknya masih sederhana. Misalnya kapak genggam. Hasil kebudayan paleolithikum banyak ditemukan didaerah Pacitan dan Ngandong Jawa Timur.
2). Zaman batu Madya (Mesolithikum)
            Zaman batu madya merupakan masa peralihan dimana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua. Misalnya pabble/kapak sumatra.
3). Zaman batu muda
            Zaman batu muda merupkan suatu masa dimana alat-alat kehidupan dibuat dari batu yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurnadari zaman sebelumnya. Misalnya kapak persegi dan kapak lonjong.

A. Zaman logam
           Dengan dimulainya zaman logam bukan berarti nerakhirnya zaman batu, karena pada zaman logampunalat-alat dari batu pun terus berkembang bahkan sampai sekarang. Zaman logam hanyalah untuk menyatakan bahwa pada zaman tersebut alat-alat dari logam telah dikenal dan digunakan secara dominan.

           Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan yang ada di Eropa, karena zaman logam di Eropa mengalami tiga pembagian zaman, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Sedangkan di Indonesia khususnya di Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman
tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan.

4. Pembabakan zaman Pra-aksara berdasarkan ciri kehidupan
masyarakat.
           Zaman pra-aksara di indonesia berdasarkan ciri kehidupan masyarakat, dinagi dalam tiga babak yaitu:
A. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
           Pada masa ini, kehidupan manusia hanya berpusat pada upaya mempertahankan diri ditengah-tengah alam yang penuh tantangan, dengan kemampuannya yang masih sangat terbatas. Kegiatan pokoknya adalah berburu dan mengumpulkan makanan, dengan peralatan dari batu, kayu dan tulang.
B. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut.
           Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, di indonesia sudah ada usaha-usaha untuk bertempat tinggal secara tidak tetap di gua-gua alam, utamanya di gua-gua payung, yang setiap sat mudah untuk ditinggalkan, jika dianggap sudah tidak memungkinkan lagi tinggal di tempat itu.
C. Masa bercocok tanam
          Perubahan dari masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut ke masa bercocok tanam memakan waktu yang sangat panjang, karena tingkat kesulitan yang tinggi. Pada masa ini sudah mulai ada usaha bertempat tinggal menetap di suatu perkampungan yang terdiri atas temapat tingal-tempat tinggal sederhana yang dihuni secara kelompok. Mulai ada kerjasama dan peningkatan unsur kepercayaan yang diharapkan adanya peningkatan kesejahtraan masyarakat dan ketentraman

hidupnya.

5. Pembagian Zaman Prasejarah Menurut Alat-alat yang digunakan
          Berdasarkan hasil kebudayaan yang ditinggalkan, kehidupan pada masa prasejarah dibedakan menjadi dua yaitu zaman batu dan zaman logam.
A. Zaman Batu
          Zaman batu adalah masa dimana manusia purba menggunakan peralatan yang terbuat dari batu, zaman batu digolongkan menjadi:
1. Zaman batu tua (Palaeolithikum), pendukung kebudayaan batu tua
Pithecanthropus Erectus, zaman ini memiliki ciri-ciri:
a. Jenis alat yang digunakan adalah kapak perimbas dan alat serpih
b. Nomaden
c. Berburu dan meramu
d. Belum mengenal seni
2. Zaman batu tengah (Mesolithikum) memiliki ciri-ciri:
a. Ditemukan kjokkenmoddinger atau sampah dapur.
b. Ditemukan abis sous roche yaitu gua-gua tempat tinggal manusia
purba.
c. Mengenal seni lukis.
d. Alat yang digunakan disebut peblek/kapak sumatera.
e. Mulai mengenal kepercayaan.
3. Zaman batu muda (Neolithikum) ciri-cirinya adalah:
a. Peralatan sudah dihaluskan bahkan sudah diberi tangkai.
b. Jenis kapak yang digunakan persegi dan lonjong.
c. Tempat tinggal menetap.
d. Bercocok tanam,
e. Kepercayaan anemisme dan dinamisme.
4. Zaman batu besar (Megalithikum) telah ditemukan Menhir,dolmen sarkofagus,waruga,punden berudak dan patung nenek moyang.

B. Zaman logam
          Zaman logam adalah masa dimana manusia purba telah menggunakan alat-alat yang terbuat dari logam. Zaman logam dibagi

menjadi 2:
1. Zaman tembaga, pada zaman ini terdapat alat-alat rumah tangga yang terbuat dari tembaga. Zaman tembaga tidak pernah terjadi di Indonesia.
2. Zaman perunggu, pada zaman ini terdapat alat-alat rumah tangga yang terbuat dari perunggu campuran dari tembaga dan timah. Alat yang terbuat dari perunggu seperti: Nekara,Moko,Kapak corong,Arca perunggu, Bejana perunggu,Perhiasan perunggu.

C. Zaman besi
          Manusia telah membuat alat-alat rumah tangga yang terbuat dari besi yang dilebur. Tingkat kehidupan pada masa ini jauh lebih baik dari pada masa sebelumnya. Karena besi mjudah lapuk sehinga peninggalan pada masa ini sulit ditemukan.

6. Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia
          Ada beberapa jenis manusia purba yang pernah hidup di Indonesia, yaitu:
A. Megantropus
          Megantropus Paleojavanicus adalah manusia paling primitif yang pernah ditemukan di Indonesia oleh Von Koeningswald tahun 1936 dan 1941di formasi Pucangan, Sangiran. Fosil yang ditemukan tersebut berupa rahang manusia purba yang berukuran besar. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis manusia tersebut bertubuh sangat besar. Fragmen rahang bawah lain ditemukan oleh Marks pada tahun 1952 di lapisan terbawah formasi Kabuh.
B. Pithekanthropus Erectus
          Fosil Pithecanthropus adalah dosil manusia yang paling abnyak ditemukan di Indonesia, yaitu di Mojokerto, Kedungtrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong. Bentuk Pithecanthropus tidak setegap Meganthropus. Tingginya kira-kira 165-185 cm. Fosil Pithecanthropus Erectus sat saling dihubungkan membentuk sebuah kerangka yang mirip kera. Maka Pithecanthropus Erectus berarti manusia kera yang berjalan tegak.
C. Homo
          Homo Sapiens Wajak I ditemukan dekat Campur-darat Tulungagung Jawa Timur oleh Van Rietschoten tahun 1889, terdiri atas tengkorak, termasuk fragment rahang bawah, dan beberapa buah ruas leher. Temuan tersebut pertama kali diselidiki oleh Dubois. Homo Sapiens Wajak II ditemukan oleh Dubois tahun 1890 ditempat yang sama, terdiri atas fragment-fragment tulang tengkorak, rahang atas dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kering.

7. Corak kehidupan masyarakat pra-aksara di Imdonesia
          Corak kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia pada akhir prasejarah pada dasarnya meliputi.
A. Sistem kepercayansistem
          kepercayaan masyarakat diperkirakan mulai tumbuh pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut yang terjadi pada zaman Mesolithikum. Bukti yang turut memperkuat adanya corak kepercayan pada zaman pra sejarah adalahdi temukannya lukisan prahu pada nekara. Lukisan tersebut menggambarkan kendaraan yang akan mengantarkan roh nenek moyang ke alam baka. Kepercayaan terhadap roh inilah yang dikenal dengan istilah animisme. Animisme berasal dari kata
Anima artinya jiwa atau roh, sedangkan isme artinya paham atau kepercayaan. Selain itu terdapat juga kepercayaan Dinamisme. Dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Dengan demikian kepercayaan masyarakat prasejarah adalah Animisme dan Dinamisme.
B. Kemasyarakatan
          Masyarakat terbagi-bagi menjadi menjadi kelompok-kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Masing-masing kelompok memiliki aturan-aturan sendiri, dan disamping adanya aturan yang umum yang menjamin keharmonisan hubungan masing-masing kelompok. Aturan yang umum dibuat atas dasar kesepakatan bersama/musyawarah dalam kehidupan yang demokratis. Dengan demikian sistem lemasyarakatan pada masa pra sejarah di Indonesia telah dilandasi dengan musyawarah dan gotong royong.
C. Pertanian
          Sistem pertanian yang dikenal oleh masyarakat prasejarah pada awalnya dalah berladang atau huma yang hanya mengandalkan pada humus, sehingga bentuk pertnian ini wujudnya berpindah tempat. Pada masa perundagian sistem persawahan memngalami perkembangan mengingat adanya spesialisasi atau pembagian tugas berdasarkan keahliannya. Sehingga masyarakat pra-sejarah makin mahir dalam persawahan.
D. Pelayaran
          Dengan adanya perpindahan bangsa-bangsa dari daratan Asia ke Indonesiamembuktikan bahwa sejak abad sebelum masehi, nenek moyang bangsa Indonesia sudah memiliki kemampuan berlayar.
Kemempuan berlayar terus mengalami perkembangan, mengingat kondisi geografis Indonesia terdiri dari pulau-pulau sehingga untuk sampai kepada pulau yang lain harus menggunakan perahu. Jenis perahu yang digunakan adalah peru bercadik.
E. Ilmu pengetahuan dan teknologi
          Sejak zaman Neolithikum, masyarakat Indonesia telah mengenal pengetahuan yang tinggi, diman masyarakat telah dapat memanfaatkan angin musim sebagai tenaga penggerak dalam aktivitas
perlayaran. Juga mengenal astronomi atau ilmi perbintangan sebagai petunjuk arah pelayaran atau sebagai petunjuk waktu dalam bidang pertanian. Selain berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi juga dikenal oleh masyarakat pra-sejarah terutama pada zaman perundagian, yaitu teknologi pengecoran logam.
F. Kesenian
          Kesenian dikenal oleh masyarakat pra-sejarah sejak zaman Mesolithikum yang dibuktikan dengan adanya lukisan-lukisan pada dinding goa. Untuk selanjutnya kesenian mengalami perkembangan yang pesat pada zaman Neolithikum, karena pada masa bercocok tanam terdapat waktu senggang dari menanam hingga panen. Yang dimanfaatkan oleh msyrakat untuk menyalurkan jiwa seni, dari seni membatik, gamelan hingga wayang.

8 comments:

  1. Artikel Nya Bagus Nih Yang Lain Dong Min :D

    ReplyDelete
  2. Terima kasih gan pembahasannya sangat lengkap dan jelas:D

    ReplyDelete
  3. Makasih atas informasinya. Bisa tambah pengetahuan seputar sejarah.

    ReplyDelete
  4. Kayanya pelajaran ini udah ga diajarkan d SMP ya...

    ReplyDelete
  5. Nice gan, refresh masa smp dulu nih

    ReplyDelete
  6. Thanks kak. Saya hampir lupa ini sama pelajaranya

    ReplyDelete