A. EFEK RUMAH KACA
Efek
rumah kaca (green house effect) memegang peranan penting dalam
melindungi kelansungan mkhluk hidup di muka bimi ini. Disebut sebagai
pelindung.karena gas karbondioksida, metana dan jenis lain. termasuk uap
air, dalam konsentrasi seimbang berfungsi menahan energi panas matahari
yang memancarkan sinarnya ke bumi, sehingga permukaanya selalu dalam
kondisi hangat
Tanpa ada gas dan uap
air, bisa jadi bumi berserta makhluk hidup yang menghinya akan membeku.
Namun, rumah kaca juga akan menjadi bencana bila pterjadi peningkatan
konsentrasi gas. Peningkatan konsentrasi ini terjadi karena penggunaan
sumberdaya fosil (minyak bumi, gas alam dan batubara, misalnya),
penggundulan dan pembakaran hutan yang di laukan secara berlebihan, efek
yang ditimbulkan adalah perubhan iklim secara global.
Selama 200 tahun terakhir,konsentrasi gas itu di udara naik seprtiga dari sebelumnya. Ini mengakibatkan, suhu udara juga meningkat hingga 0,5 sampai 1 derjat celcius. Juka konsetrasi ini tidak segera diatasi, maka abad ke-21 kenaikannya diperkirakan mencapai 2-6 derajat celcius.
Penngundulan dan pembakaran hutan yang berlangsung hari- hari ini, terutama yang terkonsentrasi di pulau sumatra, termasuk Riau dan Jambi, memberi sumbangan yang besar pada peningkatan konsentrasi gas-gas itu di atmosfer. saat ini dampaknya sudah dirasakan hampir sepanjang tahun, misalnya polusi udara. Kota Pekanbaru dan bahkan juga negara tetangga seperti Singapura Malaysia dan Brunei darussalam, sudah terganggu dengan polusi udara itu.
Dampak yang lebih mencemaskan dari mingkatnya suhu udara adallah peningkatan permukaan laut, yang pada akhirnya akan menggenai kawasn yang berada di ddataran rendah, seperti wilayah yang berada di bagian timur pulau Sumatera, terutama propinsi Riau. Bisa di bayangkan juga suhu global kemudian meningkat hinggal 2,5 derjat celcius. Jangankan wilayah Riau yang memiliki topografi landai dan pernah berada di bawah permukaan laun, negara-negara di Samudera Pasifik pun bisa lenyap
Tetapi, apakah sebarnya yang di maksud dengan efek rumah kaca? Dan, apakah efek rumah kaca adalah sesuatu yang buruk? Jawaban singkatnya adalah : Efek rumah kaca ada proses masuknya radiasi dari matahari dan terjebaknya radiasi di dalam atmosfer akibat GRK sehingga menaikkan suhu permukaan bumi. Justru pada proporsi tertentu, efek rumah kacalah yang memberikan kesempatan kehidupan berbagai makhluk di planet ini. Artinya efek rumah kaca bukan sesuatu yang buruk, namun justru memberikan manfaat bagi kehidupan.
Gas-gas yang membentuk atmosfer seperti uap air dan GRK relatif transparan terhadap radiasi- radiasi bergelombang pendek,tetapi. tidak terlalu transparan terhadap radiasi bergelombang panjang. Oleh karenanya, gas-gas tersebut membiarkan setengah radiasi matahari masuk ke permukaan bumi, tetapi menjebak 80-90 persen radiasi di dalamatmosfer. Radiasi yang terjebal inilah yang memberi kehangatan bagi semua makhluk hodup di permukaan bumi.
Selama 200 tahun terakhir,konsentrasi gas itu di udara naik seprtiga dari sebelumnya. Ini mengakibatkan, suhu udara juga meningkat hingga 0,5 sampai 1 derjat celcius. Juka konsetrasi ini tidak segera diatasi, maka abad ke-21 kenaikannya diperkirakan mencapai 2-6 derajat celcius.
Penngundulan dan pembakaran hutan yang berlangsung hari- hari ini, terutama yang terkonsentrasi di pulau sumatra, termasuk Riau dan Jambi, memberi sumbangan yang besar pada peningkatan konsentrasi gas-gas itu di atmosfer. saat ini dampaknya sudah dirasakan hampir sepanjang tahun, misalnya polusi udara. Kota Pekanbaru dan bahkan juga negara tetangga seperti Singapura Malaysia dan Brunei darussalam, sudah terganggu dengan polusi udara itu.
Dampak yang lebih mencemaskan dari mingkatnya suhu udara adallah peningkatan permukaan laut, yang pada akhirnya akan menggenai kawasn yang berada di ddataran rendah, seperti wilayah yang berada di bagian timur pulau Sumatera, terutama propinsi Riau. Bisa di bayangkan juga suhu global kemudian meningkat hinggal 2,5 derjat celcius. Jangankan wilayah Riau yang memiliki topografi landai dan pernah berada di bawah permukaan laun, negara-negara di Samudera Pasifik pun bisa lenyap
Tetapi, apakah sebarnya yang di maksud dengan efek rumah kaca? Dan, apakah efek rumah kaca adalah sesuatu yang buruk? Jawaban singkatnya adalah : Efek rumah kaca ada proses masuknya radiasi dari matahari dan terjebaknya radiasi di dalam atmosfer akibat GRK sehingga menaikkan suhu permukaan bumi. Justru pada proporsi tertentu, efek rumah kacalah yang memberikan kesempatan kehidupan berbagai makhluk di planet ini. Artinya efek rumah kaca bukan sesuatu yang buruk, namun justru memberikan manfaat bagi kehidupan.
Gas-gas yang membentuk atmosfer seperti uap air dan GRK relatif transparan terhadap radiasi- radiasi bergelombang pendek,tetapi. tidak terlalu transparan terhadap radiasi bergelombang panjang. Oleh karenanya, gas-gas tersebut membiarkan setengah radiasi matahari masuk ke permukaan bumi, tetapi menjebak 80-90 persen radiasi di dalamatmosfer. Radiasi yang terjebal inilah yang memberi kehangatan bagi semua makhluk hodup di permukaan bumi.
Efek terjebaknya radiasi inilah yang disebut efek rumah
kaca. efek rumah kaca sebenarnya bukanlah yang buruk bahkan justru efek
ini yang memberikan kesempatan kehidupan di muka bumi. Kalau saja tidak
ada efek rumah kaca, maka suhu rata-rata permukaan bumi bukanlah 15
drajat celcius seperti sekarang ini, melainkan -18 drajat celcius.
Proses terjadinya efek rumah kaca ini berkaitan dengan daur aliran panas
matahari. Kura lebih 30% radiasi matahari yang mencapai tanah
dipantulkan kembali ke angkasa dan diserap oleh uap, gas karbon
dioksida, nitrogen, oksigen, dan gas-gas lain di atmosfer. Sisanya yang
70%diserap oleh tanah, laun, dan awan. Pada malam hari tanah dan badan
air itu relatif lebih hangat daripada udara di atasnya.
Energi yang terserap diradiasikan kembali ke atmosfer sebai
radiasi inframerah, gelombang panjang atau radiasi energi panas.
Sebagian besar radiasi inframerah ini akan tertahan oleh karbon dioksida
dan uap air di atmosfer. Hanya sebagian kecel akan lepas ke angkasa
luar. Akibat keseluruhannya adalah bahwa permukaan bumi di hangatkan
oleh adanya molekul uap air, karbon dioksida, dan semacamnya.
Pengaruh rumah kaca terbentuk dari interaksi antara
atmosfer yang jumlahnya meningkat dengan radiasi solar. Meskipun sinar
matahari terdiri dari atas bermacam-macam panjang gelombang, kebanyakan
radiasi yang mencapai permukaan bumi terletak pada kisaran sinar tampak.
Hal ini disebabkan ozon yang terdapat secara normal di atmosfer bagian
atas, menyaring sebaigian besar sinar ultraviolet. uap air atmosfer dan
gas metana dan pembusukan - mengabsorbsikan sebigan besar inframerah
yang dapat dirasakan pada kuli kira semabagi panas. Kira-kira sepertiga
dari sinar yang mencapai permukaan bumi akan direfleksiakan kembali ke
atmosfer. Sebagian besar sisanya akan diabsorbsikan oleh benda-benda
lainnya. Sinar yang diabsorbsikan tersebit akan diradiasikan kembali
dalam bentuk radiasi inframerah dengan gelombang panjang atau panas jika
bumi menjadi dingin.
Sinar dengan panjang gelombang lebih tinggi tersebut akan
diabsorbsikan oleh karbon dioksida atmosfer dan membebaskan panas
sehingga suhu atmosfer akan meningkat. Karbin dioksida berfungsi sebagai
fillter satu arah, tetapi menghambat sinar dengan panjang gelombang
lebih untuk melaluinya dari arah yang berlawanan. Aktivitas fillter dari
karbon dioksida mengakibatkan suhu atmosfer dan bumi akan meningkat.
Pengaruh karbon dioksida yang dihasilan dari pencemaran
udara berbentuk gas yang salah satunya adalah dari rumah kaca. Karbon
dioksida mempunyai sifat meyerap sinar (panas) matahari yaitu sinar
inframerah sehingga temperatur udara menjadi lebih tinggi karenanya.
Apabila kada yang lebih ini merata di seluruh permukaan bumi, temperatur
udara rata-rata di seluruh permukaan bumi akan sidikit nai, dan ini
dapat megakibatkan meleburnya es dan salju di kutub dan di puncak-puncak
pegunungan, sehingga permukaan airlaut naik.
B. EFEK GREEN HOUSE TERHADAP IKLIM MIKRO
Secara umum efek bangunan green house terhadap iklim mikro adalah sebagai berikut:
1. SIFAT OPTIK BAHAN COVERING DAN DAUN TANAMAN
Penutup terang atau berwarna putih, mempunyai radiator
photosythesis Active/RPA cukup besar kurang lepih 35-75% , dan refleksi
konstan 10-20%. Sedangkan untuk penutup gelap atau selain warna putih
mempunyai RPA kurang leih 55-70%. Gelombang inframerah daun
merefleksikan 70% radiasi yang diterimategak lurus di permukaan daun.
Gelombang visible merefleksikan 6-12 %. Sinar hijau (500-600) nanometer
refleksinya lebih besar 10-12%, sinar orange dan merah (600-700)
nanometer refleksinya 3-10 persen.
2. EFEK GREENHOUSE TERHADAP SUHU DAN KELENGASAN UDARA
Temperatur udara dalam suatu greenhouse akan meningkat
sekitar 37-48 drajad celcius pada waktu penyinaran matahari sedang
berlangsung. Penutup plastik mempengaruhi kenaikan suhu dan akan menurun
mengikuti suhu tanaman. Pulu06.00 pagi hari suhu akan meningkat, pukul
02.00 siang hari suhu menurun dan pukul 20.00 malam suhu semakin konstan
disebabkan energi matahari yang diterima akan semakin besar sesuai
dengan sudut jatuh radiasi matahari.
Suhu di atas tanaman meunjukkan kenaikan lebih tinggi dan
jam 20.00 malam suhu semakin konstan. Kondisi panas dalam green house
dibagi menjadi 2 yaitu :
- suuhu ketinggian 0-100 cm mempunyai gradien vertikal suhu yang relatif rendah
- dan ketinggian di atas tanaman 100-300 cm maka gradien vertikal temperatur relatif besar.
Tana,an dapat berfungsi sebagi stabilisator udara yaitu
berperan sebagai penyumbat suhu udara di sekelilingnya, sehingga kalor
atau panas di atas tanaman kurang stabil.
Udara di dalam green house pada siang hari dipanasi oleh
tariaman dan di dinginkan kembali oleh tanaman pada malam hari.
Bertambahnya udara panas di dalam green house akibat aerodinamik dari
tanaman terhadap pertukaran udara secara konveksi. Iklim tetap di dalam
green house di sebabkan oleh keseimbangan antara penerimaan dan
kehilangan panas. Sedangkan kelembaban udara di dalam gree house yang
bernaman, pada umumnya tinggi dan lengas udara meningkat pada pukul
18.00 dan mulai konstan pada pukul 24.00 malam. Hal ini disebabkan
pemanasan udara yang dilakukan oleh tanah atau bumi, sehingga terjadi
penguapan lengas tanah dan kemudian karena tanaman mendinginkan udara
maka uap air semakin besar.
4. EFEK GREEN HOUSE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN
Pertumbuhan tinggi tanaman dipengaruhi oleh faktor klimatik
lingkungan seperti temperatur, RH, radiasi matahari, ecepatan angin dan
curah hujan. Pertumbuhan tanaman dalam green house akan semakin cepat
dan jumlah daun akan lebih bnyak apabila fotosintesis berlangsung dengan
baik, jumlah radiasi gelombang 400-700 nanometer yang diterima cukup
dan aearasi di dalam tanah serta kandungan air tanahnya cukup baik dan
kelembaban udara tinggi. Gelombang radiasi yang di terima adalah RPA
yang digunakan aktif untuk fotosintesis. Perutajan Co2 di tingkat daun,
meningkatnya pencahayaan akan menaikkan suhu daun sehinggai air menguap
dengan cepet. Naiknya subu membuat udara mampu membawa lebih banyak
kelembaban dan akibat transpirasi meningkat. usaha atau merekayasa iklim
mikro dalam green house, ada berbagai cara antara lain dengan mendesai
type green house sesuai dengan jenis tanaman hortiultura yang diinginkan


bahaya banget gan klo effect rumah kaca terjadi di dunia ini bisa bisa ada aja bencana yang terjadi
ReplyDeleteNgeri juga bro dampak rumah kaca
ReplyDeletewah bahaya juga ternyata
ReplyDelete