Sunday, October 23, 2016

Dampak Rumah Kaca

A. EFEK RUMAH KACA
       Efek rumah kaca (green house effect) memegang peranan penting dalam melindungi kelansungan mkhluk hidup di muka bimi ini. Disebut sebagai pelindung.karena gas karbondioksida, metana dan jenis lain. termasuk uap air, dalam konsentrasi seimbang berfungsi menahan energi panas matahari yang memancarkan sinarnya ke bumi, sehingga permukaanya selalu dalam kondisi hangat
        Tanpa ada gas dan uap air, bisa jadi bumi berserta makhluk hidup yang menghinya akan membeku. Namun, rumah kaca juga akan menjadi bencana bila pterjadi peningkatan konsentrasi gas. Peningkatan konsentrasi ini terjadi karena penggunaan sumberdaya fosil (minyak bumi, gas alam dan batubara, misalnya), penggundulan dan pembakaran hutan yang di laukan secara berlebihan, efek yang ditimbulkan adalah perubhan iklim secara global.

         Selama 200 tahun terakhir,konsentrasi gas itu di udara naik seprtiga dari sebelumnya. Ini mengakibatkan, suhu udara juga meningkat hingga 0,5 sampai 1 derjat celcius. Juka konsetrasi ini tidak segera diatasi, maka abad ke-21 kenaikannya diperkirakan mencapai 2-6 derajat celcius.

          Penngundulan dan pembakaran hutan yang berlangsung hari- hari ini, terutama yang terkonsentrasi di pulau sumatra, termasuk Riau dan Jambi, memberi sumbangan yang besar pada peningkatan konsentrasi gas-gas itu di atmosfer. saat ini dampaknya sudah dirasakan hampir sepanjang tahun, misalnya polusi udara. Kota Pekanbaru dan bahkan juga negara tetangga seperti Singapura Malaysia dan Brunei darussalam, sudah terganggu dengan polusi udara itu.

           Dampak yang lebih mencemaskan dari mingkatnya suhu udara adallah peningkatan permukaan laut, yang pada akhirnya akan menggenai kawasn yang berada di ddataran rendah, seperti wilayah yang berada di bagian timur pulau Sumatera, terutama propinsi Riau. Bisa di bayangkan juga suhu global kemudian meningkat hinggal 2,5 derjat celcius. Jangankan wilayah Riau yang memiliki topografi landai dan pernah berada di bawah permukaan laun, negara-negara di Samudera Pasifik pun bisa lenyap

             Tetapi, apakah sebarnya yang di maksud dengan efek rumah kaca? Dan, apakah efek rumah kaca adalah sesuatu yang buruk? Jawaban singkatnya adalah : Efek rumah kaca ada proses masuknya radiasi dari matahari dan terjebaknya radiasi di dalam atmosfer akibat GRK sehingga menaikkan suhu permukaan bumi. Justru pada proporsi tertentu, efek rumah kacalah yang memberikan kesempatan kehidupan berbagai makhluk di planet ini. Artinya efek rumah kaca bukan sesuatu yang buruk, namun justru memberikan manfaat bagi kehidupan.

               Gas-gas yang membentuk atmosfer seperti uap air dan GRK relatif transparan terhadap radiasi- radiasi bergelombang pendek,tetapi. tidak terlalu transparan terhadap radiasi bergelombang panjang. Oleh karenanya, gas-gas tersebut membiarkan setengah radiasi matahari masuk ke permukaan bumi, tetapi menjebak 80-90 persen radiasi di dalamatmosfer. Radiasi yang terjebal inilah yang memberi kehangatan bagi semua makhluk hodup di permukaan bumi.

               Efek terjebaknya radiasi inilah yang disebut efek rumah kaca. efek rumah kaca sebenarnya bukanlah yang buruk bahkan justru efek ini yang memberikan kesempatan kehidupan di muka bumi. Kalau saja tidak ada efek rumah kaca, maka suhu rata-rata permukaan bumi bukanlah 15 drajat celcius seperti sekarang ini, melainkan -18 drajat celcius. Proses terjadinya efek rumah kaca ini berkaitan dengan daur aliran panas matahari. Kura lebih 30% radiasi matahari yang mencapai tanah  dipantulkan kembali ke angkasa dan diserap oleh uap, gas karbon dioksida, nitrogen, oksigen, dan gas-gas lain di atmosfer. Sisanya yang 70%diserap oleh tanah, laun, dan awan. Pada malam hari tanah dan badan air itu relatif lebih hangat daripada udara di atasnya.

              Energi yang terserap diradiasikan kembali ke atmosfer sebai radiasi inframerah, gelombang panjang atau radiasi energi panas. Sebagian besar radiasi inframerah ini akan tertahan oleh karbon dioksida dan uap air di atmosfer. Hanya sebagian kecel akan lepas ke angkasa luar. Akibat keseluruhannya adalah bahwa permukaan bumi di hangatkan oleh adanya molekul uap air, karbon dioksida, dan semacamnya.

              Pengaruh rumah kaca terbentuk dari interaksi antara atmosfer yang jumlahnya meningkat dengan radiasi solar. Meskipun sinar matahari terdiri dari atas bermacam-macam panjang gelombang, kebanyakan radiasi yang mencapai permukaan bumi terletak pada kisaran sinar tampak. Hal ini disebabkan ozon yang terdapat secara normal di atmosfer bagian atas, menyaring sebaigian besar sinar ultraviolet. uap air atmosfer dan gas metana dan pembusukan - mengabsorbsikan sebigan besar inframerah yang dapat dirasakan pada kuli kira semabagi panas. Kira-kira sepertiga dari sinar yang mencapai permukaan bumi akan direfleksiakan kembali ke atmosfer. Sebagian besar sisanya akan diabsorbsikan oleh benda-benda lainnya. Sinar yang diabsorbsikan tersebit akan diradiasikan kembali dalam bentuk radiasi inframerah dengan gelombang panjang atau panas jika bumi menjadi dingin.

              Sinar dengan panjang gelombang lebih tinggi tersebut akan diabsorbsikan oleh karbon dioksida atmosfer dan membebaskan panas sehingga suhu atmosfer akan meningkat. Karbin dioksida berfungsi sebagai fillter satu arah, tetapi menghambat sinar dengan panjang gelombang lebih untuk melaluinya dari arah yang berlawanan. Aktivitas fillter dari karbon dioksida mengakibatkan suhu atmosfer dan bumi akan meningkat.

              Pengaruh karbon dioksida yang dihasilan dari pencemaran udara berbentuk gas yang salah satunya adalah dari rumah kaca. Karbon dioksida mempunyai sifat meyerap sinar (panas) matahari yaitu sinar inframerah sehingga temperatur udara menjadi lebih tinggi karenanya. Apabila kada yang lebih ini merata di seluruh permukaan bumi, temperatur udara rata-rata di seluruh permukaan bumi akan sidikit nai, dan ini dapat megakibatkan meleburnya es dan salju di kutub dan di puncak-puncak pegunungan, sehingga permukaan airlaut naik.

B. EFEK GREEN HOUSE TERHADAP IKLIM MIKRO

Secara umum efek bangunan green house terhadap iklim mikro adalah sebagai berikut:

1. SIFAT OPTIK BAHAN COVERING DAN DAUN TANAMAN
              Penutup terang atau berwarna putih, mempunyai radiator photosythesis Active/RPA cukup besar kurang lepih 35-75% , dan refleksi konstan 10-20%. Sedangkan  untuk penutup gelap atau selain warna putih mempunyai RPA kurang leih 55-70%. Gelombang inframerah daun merefleksikan 70% radiasi yang diterimategak lurus di permukaan daun. Gelombang visible merefleksikan 6-12 %. Sinar hijau (500-600) nanometer refleksinya lebih besar 10-12%, sinar orange dan merah (600-700) nanometer refleksinya 3-10 persen.

2. EFEK GREENHOUSE TERHADAP SUHU DAN KELENGASAN UDARA

              Temperatur udara dalam suatu greenhouse akan meningkat sekitar 37-48 drajad celcius pada waktu penyinaran matahari sedang berlangsung. Penutup plastik mempengaruhi kenaikan suhu dan akan menurun mengikuti suhu tanaman. Pulu06.00 pagi hari suhu akan meningkat, pukul 02.00 siang hari suhu menurun dan pukul 20.00 malam suhu semakin konstan disebabkan energi matahari yang diterima akan semakin besar sesuai dengan sudut jatuh radiasi matahari.

              Suhu di atas tanaman meunjukkan kenaikan lebih tinggi dan jam 20.00 malam suhu semakin konstan. Kondisi panas dalam green house dibagi menjadi 2 yaitu : 
  1. suuhu ketinggian 0-100 cm mempunyai gradien vertikal suhu yang relatif rendah 
  2. dan ketinggian di atas tanaman 100-300 cm maka gradien vertikal temperatur relatif besar.
Tana,an dapat berfungsi sebagi stabilisator udara yaitu berperan sebagai penyumbat suhu udara di sekelilingnya, sehingga kalor atau panas di atas tanaman kurang stabil.

              Udara di dalam green house pada siang hari dipanasi oleh tariaman dan di dinginkan kembali oleh tanaman pada malam hari. Bertambahnya udara panas di dalam green house akibat aerodinamik dari tanaman terhadap pertukaran udara secara konveksi. Iklim tetap di dalam green house di sebabkan oleh keseimbangan antara penerimaan dan kehilangan panas. Sedangkan kelembaban udara di dalam gree house yang bernaman, pada umumnya tinggi dan lengas udara meningkat pada pukul 18.00 dan mulai konstan pada pukul 24.00 malam. Hal ini disebabkan pemanasan udara yang dilakukan oleh tanah atau bumi, sehingga terjadi penguapan lengas tanah dan kemudian karena tanaman mendinginkan udara maka uap air semakin besar.

4. EFEK GREEN HOUSE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

              Pertumbuhan tinggi tanaman dipengaruhi oleh faktor klimatik lingkungan seperti temperatur, RH, radiasi matahari, ecepatan angin dan curah hujan. Pertumbuhan tanaman dalam green house akan semakin cepat dan jumlah daun akan lebih bnyak apabila fotosintesis berlangsung dengan baik, jumlah radiasi gelombang 400-700 nanometer yang diterima cukup dan aearasi di dalam tanah serta kandungan air tanahnya cukup baik dan kelembaban udara tinggi. Gelombang radiasi yang di terima adalah RPA yang digunakan aktif untuk fotosintesis. Perutajan Co2 di tingkat daun, meningkatnya pencahayaan akan menaikkan suhu daun sehinggai air menguap dengan cepet. Naiknya subu membuat udara mampu membawa lebih banyak kelembaban dan akibat transpirasi meningkat. usaha atau merekayasa iklim mikro dalam green house, ada berbagai cara antara lain dengan mendesai type green house sesuai dengan jenis tanaman hortiultura yang diinginkan

3 comments:

  1. bahaya banget gan klo effect rumah kaca terjadi di dunia ini bisa bisa ada aja bencana yang terjadi

    ReplyDelete
  2. Ngeri juga bro dampak rumah kaca

    ReplyDelete