A homepage subtitle here And an awesome description here!

Sunday, October 23, 2016

Pengertian Musik (Lengkap)

1. Pengertian Musik
          Sejarah perkembangan musik tidak dapat dilepaskan dari perkembangan budaya manusia. Hal ini disebabkan karena musik merupakan salah satu hasil dari budaya manusia di samping ilmu pengetahuan, arsitektur, bahasa, sastra, dan lain sebagainya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 602), musik diartikan sebagai ilmu atau seni menyusun nada atau suara dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan.

Di bawah ini beberapa pengertian musik menurut para ahli, yaitu:
1. Menurut Banoe (2003: 288), musik yang berasal dari kata muse (bahasa Yunani) merupakan cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola yang dapat dimengerti dan dipahami oleh manusia.

2. Menurut Jamalus (1988: 1), musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur lagu, serta ekspresi sebagai suatu kesatuan.

          Dari pengertian musik menurut para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa musik merupakan seni yang timbul dari perasaan atau pikiran manusia sebagai pengungkapan ekspresi diri yang diolah dalam suatu nada atau suara-suara yang harmonis. Sebagai salah satu bagian dari seni, pengertian seni musik secara umum merupakan suatu kumpulan atau susunan bunyi atau nada yang mempunyai ritme tertentu, serta mengandung isi atau nilai perasaan tertentu

          Seni musik (instrument art) adalah bidang seni yang berhubungan dengan alat-alat musik dan irama yang keluar dari alat musik tersebut. Bidang ini membahas cara menggunakan instrument musik. Masing-masing alat musik mempunyai nada tertentu, di samping itu seni musik juga membahas cara membuat not dan bermacam aliran musik, misalnya musik vokal dan musik instrument. Seni musik dapat disatukan dengan seni vokal. Seni instrument adalah seni suara yang diperdengarkan melalui media alat-alat musik, sedangkan seni vokal adalah melagukan syair yang hanya dinyanyikan dengan perantara suara saja tanpa iringan instrument musik. Pada tingkat peradaban manusia yang masih rendah, seni musik telah diinterpretasikan sedemikian rupa pada hampir seluruh aspek kehidupan. Masyarakat primitif memanfaatkan musik tidak hanya sebagai sarana hiburan semata, tetapi juga sebagai alat untuk upacara ritual keagamaan, adat kebiasaan, bahkan sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sosial. Kesadaran dan penilaian mereka menunjukkan bahwa musik mempunyai peran yang cukup penting dalam kehidupan manusia.

          Salah satu peran yang cukup menonjol pada seni musik yaitu sebagai mediator. Pada konteks ini seni musik merupakan bahasa umum yang diekspresikan lewat simbol-simbol estetis. Sebagai alat komunikasi, musik menjelma secara substansial menjadi sarana aktivitas interaktif antara musisi dan pendengarnya. Pada tingkat inilah seni musik menunjukkan peran yang cukup luas yang mencakup kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi, dan kehidupan religius (keagamaan).

2. Jenis-jenis Aliran Musik
          Musik adalah salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia, dengan musik, seseorang bisa menyampaikan perasaan dalam dirinya. Berikut ini beberapa jenis musik, yaitu:
A. Musik berjenis Pop, adalah jenis musik yang mudah diterima oleh masyarakat. Musik Pop adalah jenis musik paling umum yang ada di dunia dan juga memiliki penggemar yang banyak. Berikut ini beberapa contoh dari pemusik yang beraliran Pop: Justin Bieber, Ungu Band, dan masih banyak yang lainnya.

B. Musik berjenis Rock, adalah musik yang sering disebut dengan musik yang berkarakter keras. Musik Rock juga memiliki banyak penggemar baik di dalam maupun di luar negri. Berikut ini beberapa contoh dari pemusik yang beraliran Rock: Linkin Park, Muse, dan masih banyak yang lainnya.

C. Musik berjenis Jazz, adalah musik yang memiliki banyak improvisasi dari musik dasarnya. Musik Jazz banyak menggunakan gitar, trombon, piano, trompet, dan saxofon. Berikut ini beberapa contoh dari pemusik yang beraliran Jazz: Andien, Abdul and The Coffee Theory, dan masih banyak yang lainnya.

D. Musik Blues, adalah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat. Musik Blues lebih dominan menggunakan alat musik bass dan instrumental. Berikut ini beberapa contoh dari pemusik yang beraliran Blues: John Mayall, Jimy Hendrix, dan masih banyak yang lainnya.

E. Musik Dangdut, adalah musik yang berkembang di Indonesia sehingga sering disebut sebagai musik asli Indonesia. Musik Dangdut lebih mirip dengan musik-musik di India. Berikut ini beberapa contoh dari pemusik yang beraliran Dangdut: Rhoma Irama, Iis Dahlia, dan masih banyak yang lainnya.

F. Musik Disco, adalah salah satu aliran musik untuk dansa yang berkembang pada tahun 1970-an di klub-klub dansa Amerika Serikat. Disk Jockey di klub dansa memutar serangkaian lagu dari piringan hitam tanpa terputus agar orang dapat terus menari tanpa berhenti. Musik Disco banyak digemari oleh orang-orang dan anak-anak muda di kalangan atas.

G. Musik Reggae, jenis musik ini sangat terkenal di kalangan anak muda. Musik Reggae adalah jenis musik yang berkarakter slow, sehingga membuat para pendengarnya akan berjoget ala Reggae. Musik Reggae berasal dari negara Jamaica, dan Bob Marley adalah bintang musik "dunia ketiga" yang berhasil memperkenalkan Reggae lebih universal.

H. Musik Punk, merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok Punk selalu dikacaukan oleh golongan Skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an (saat Punk merajalela di Amerika), golongan Punk dan Skinhead seolah-olah menyatu karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

I. Musik Klasik, sebagian orang mendefinisikan musik Klasik identik dengan orkestra dengan berbagai alat musik. Namun, dalam pengertiannya, musik Klasik adalah musik yang lahir dari budaya di Eropa sekitar tahun 1750 sampai 1825-an.

J. Musik Arab atau Musik Al Arabia (bahasa Arab: الموسيقى العربية /al-mūsīqā al-„Arabīyah) adalah musik dari Arab Saudi yang memiliki beberapa jenis, dari gaya musik Arab klasik, hingga musik pop arab dan musik keagamaan.

K. Musik Keroncong, merupakan nama dari instrumen musik sejenis ukulele dan juga sebagai nama dari jenis musik khas Indonesia yang menggunakan instrumen musik flute dan penyanyi wanita.

L. Musik Heavy Metal, adalah sebuah aliran musik rock yang berkembang pada 1970-an dengan akar dari blues rock dan psychedelic rock. Aliran musik ini ditandai dengan distorsi gitar yang sangat kuat, solo gitar panjang, dan ketukan cepat di semua instrumentasi alat musiknya. Lirik heavy metal berkaitan dengan maskulinitas atau kejantanan.

M. Musik Country, adalah campuran dari sejumlah unsur musik Amerika yang berasal dari Amerika Selatan dan Pegunungan Appalachia. Musik ini berakar dari lagu rakyat Amerika Utara, yaitu musik kelt dan musik gospel yang berkembang sejak tahun 1920-an. Istilah musik country mulai dipakai sekitar tahun 1940-an untuk menggantikan istilah musik hillbilly yang berkesan merendahkan. Pada tahun 1970-an, istilah musik country telah menjadi istilah populer.

N. Musik Kolaborasi, jenis musik ini merupakan campuran dari dua jenis musik yang unik dan menciptakan musik baru yang lebih unik lagi.

3. Unsur-unsur Musik
          Dalam pembentukkan musik secara utuh, unsur-unsur dan struktur musik mempunyai peranan penting dan keterkaitan yang kuat antara satu dan yang lainnya. Pada dasarnya unsur musik dapat dikelompokkan menjadi unsur-unsur pokok dan unsur-unsur ekspresi.
A. Unsur-unsur pokok meliputi: irama, melodi, harmoni dan bentuk atau stuktur lagu.

B. Unsur-unsur ekspresi meliputi: tempo, dinamik dan warna nada (Jamalus, 1988 : 7).

A. Unsur Pokok
1. Irama
          Irama adalah urutan rangkain gerak yang menjadi unsur dalam sebuah musik (Jamalus, 1988 : 7). Irama dalam musik terbentuk oleh bunyi dan diam, dengan bermacam-macam lama waktu atau panjang pendeknya, membentuk pola irama, bergerak menurut pulsa dalam ayunan irama. Irama dapat dirasakan dan didengar (Soeharto, 1975 : 51).
          Irama berhubungan dengan panjang pendeknya not dan berat ringannya tekanan atau aksen pada not. Namun demikian, oleh teraturnya gerak maka irama tetap dapat dirasakan meskipun melodi diam. Dan keteraturan gerak ini menyebabkan lagu lebih indah didengar dan dirasakan (Jamalus, 1988 : 56).
          Dari pendapat tersebut, dapat dikatakan bahwa irama adalah urutan rangkaian gerak dalam sebuah musik yang membentuk pola irama dan bergerak teratur sehingga menyebabkan lagu enak didengar dan dirasakan.
2. Melodi
          Melodi adalah rangkaian dari beberapa nada atau sejumlah nada yang berbunyi atau dibunyikan secara berurutan (Soeharto, 1992 : 1), lebih lanjut Miller (penerjemah Bramantya, tanpa tahun : 37) mengatakan bahwa melodi adalah suatu rangkaian nada-nada, serta nada-nada dari melodi membentuk suatu ide musikal yang komplit. Melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar berurutan serta berirama dan mengungkapkan suatu pikiran dan perasaan (Jamalus, 1988 : 16).
          Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa melodi merupakan rangkain nada-nada yang teratur, yang disusun secara ritmis yang mengungkapkan suatu pikiran dan perasaan. Dalam pengertian yang singkat, Ratner (1977 : 29) mengatakan bahwa melodi adalah garis dari nada-nada. Melodi dapat naik dan turun, serta melodi juga dapat tetap di tempatnya untuk waktu singkat dan lama dalam satu nada, serta melodi juga mempunyai wilayah nada yang luas dan sempit.
3. Harmoni
          Harmoni atau paduan nada ialah bunyi gabungan dua nada atau lebih, yang berbeda tinggi rendahnya dan dibunyikan secara serentak. Dasar dari paduan nada tersebut ialah trinada (Jamalus, 1988 : 30). Paduan nada tersebut merupakan gabungan tiga nada yang terdiri atas satuan nada dasar akor, nada terts dan nada kwintnya. Lebih lanjut Kodijat (1986 : 32) mengatakan harmoni adalah selaras, sepadan, bunyi serentak menurut harmoni, yaitu pengetahuan tentang hubungan nada-nada dalam akord, serta hubungan antara masing-masing akord.
          Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa harmoni adalah paduan nada-nada yang apabila dibunyikan secara bersama-sama akan menghasilkan keselarasan bunyi. Miller (penerjemah Bramantyo, tanpa tahun : 48) mengatakan, bahwa harmoni adalah elemen musikal yang di dasarkan atas penggabungan secara simultan dari nada-nada, sebagaimana dibedakan oleh rangkaian nada-nada dari melodi. Melodi merupakan sebuah konsep horizontal, sedangkan harmoni adalah konsep vertikal.

B. Unsur-unsur Ekspresi
          Unsur-unsur ekspresi dalam musik meliputi tempo atau tingkat kecepatan musik, dinamika atau tingkat volume suara, keras lembutnya suara dan warna nada yang tergantung dari bahan, sumber serta cara memproduksi suaranya. Ekspresi dalam musik adalah ungkapan pemikiran dan perasaan yang mencakup semua suasana dari tempo, dinamika, dan warna nada dari unsur-unsur pokok musik, dalam penyampaian yang diwujudkan oleh seniman musik atau penyanyi kepada pendengarnya
(Jamalus, 1988 : 38).
1. Tempo
          Tempo adalah kecepatan lagu yang dituliskan berupa kata-kata dan berlaku untuk seluruh lagu dan istilah itu ditulis pada awal tulisan lagu (Soeharto, 1975 : 57). Sementara Miller (penerjemah Bramantyo, tanpa tahun : 24) mengatakan, bahwa tempo adalah sebuah istilah dari bahasa Itali yang secara harafiah berarti waktu, di dalam musik menunjukkan pada kecepatan. Fungsi dari tempo ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam menyanyikan lagu yang ada (Soeharto, 1992 : 56).

Macam-macam tanda tempo menurut Miller (penerjemah Bramantyo, tanpa tahun: 24) yaitu:
Presto : Sangat Cepat
Allegro : Cepat
Vivace : Hidup
Moderato : Sedang
Andante : Agak Lambat
Adagio : Lebih Lambat dari Andante
Lento : Lambat
Largo : Sangat Lambat
2. Dinamik
          Dinamik adalah kekuatan bunyi, dan tanda dinamik adalah tanda pernyataan kuat dan lemahnya penyajian bunyi (Soeharto, 1992 : 30). Dinamik memainkan peranan yang besar dalam menciptakan ketegangan (tensi) musik. Pada umumnya semakin keras suatu musik, maka semakin kuat ketegangan yang dihasilkan dan sebaliknya, semakin lembut musiknya maka semakin lemah ketegangannya (Miller, penerjemah Bramantyo, tanpa tahun : 81).

Macam-macam dinamik menurut Miller (penerjemah Bramantyo, tanpa tahun : 80) yaitu :
Fortissimo : Sangat Keras
Forte : Keras
Mezzo Forte : Agak Keras
Mezzo Piano : Agak Lembut
Piano : Lembut
Pianissimo : Sangat Lembut
          Tidak seperti tempo yang dapat dibatasi atau ditentukan dengan pasti dan tepat dengan petunjuk metronom, dinamik merupakan nilai-nilai yang relatif tidak ada tingkatan yang mutlak untuk piano dan forte.
3. Warna Nada
          Warna nada ialah ciri khas bunyi yang terdengar bermacam-macam, yang dihasilkan oleh bahan sumber bunyi yang berbeda-beda, dan yang dihasilkan oleh cara memproduksi nada yang bermacam-macam pula (Jamalus, 1988 : 40). Dari penjabaran unsur-unsur musik yang meliputi unsur pokok dan unsur ekspresi tersebut, dapatlah dikatakan bahwa semua unsur musik tersebut saling terkait satu dengan yang lain, dan mempunyai peranan penting dalam membentuk sebuah lagu atau komposisi.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup

  1. Tata Cara Pemberian Nama Ilmiah

      Siapa namamu? Mengapa kamu diberi nama oleh orang tuamu? Tentu agar kamu dikenal luas. Menurutmu, apa yang terjadi bila semua makhluk hidup tidak bernama? Oleh karena itu, untuk mengenal setiap makhluk hidup yang berada di sekitar kita, dibutuhkan nama. Nama digunakan sebagai penghubung antara kita dengan bendabenda atau makhluk hidup lainnya.
   
     Makhluk hidup yang ada pada umumnya diberi nama sesuai dengan bahasa daerah di mana ia berada. Namun, penggunaan bahasa daerah dalam pemberian nama makhluk hidup hanya tepat untuk suatu daerah tertentu. Karena bahasa daerah sangat banyak, sehingga sering terjadi suatu jenis
makhluk hidup sama akan memiliki banyak nama. Akibatnya, kadang-kadang menimbulkan kerancuan.
   
       Contohnya, pepaya di Semarang disebut kates, di Banyumas disebut gandul , di Jawa Barat disebut gedang. Oleh karena itu, untuk menghindari keragaman nama tersebut diperlukan suatu pedoman. Pedoman penamaan makhluk hidup yang berlaku di dunia saat ini adalah nama ilmiah.

       Berdasarkan uraian tersebut, Linnaeus meletakkan dasar cara pemberian nama makhluk hidup. Tata cara pemberian nama tersebut dikenal dengan istilah atau binomial nomenklatur. Bagaimanakah cara penulisan nama ilmiah makhluk hidup? Berdasarkan sistem tersebut, setiap spesies diberi nama dengan dua kata dalam bahasa Latin. Kata pertama menunjukkan nama marga (genus) dan kata kedua merupakan petunjuk jenis (species). Kata pertama dimulai dengan huruf kapital (huruf besar) dan kata kedua dimulai dengan huruf kecil. Kata ditulis menggunakan bahasa Latin dan dicetak dengan huruf yang berbeda dengan huruf lain (italic jika diketik dengan komputer) atau dapat pula dengan diberi garis bawah pada setiap kata, jika ditulis dengan tangan. Contoh nama ilmiah padi adalah Oryza sativa, Oryza adalah nama marganya, sedangkan sativa merupakan penunjuk jenisnya. Musa paradisiaca L (pisang), nama genus pisang adalah Musa, penunjuk species-nya paradisiaca, pengidentifikasi pertama dilakukan oleh Linnaeus (disingkat L). Klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokan (penggolongan) dan pemberian nama makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-cirinya. Ilmu yang mempelajari pengelompokan makhluk hidup disebut Taksonomi. Tujuan klasifikasi
makhluk hidup adalah sebagai berikut:
1. mempermudah dalam mempelajari dan mengenal berbagai macam
makhluk hidup;
2. mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup;
3. mengetahui manfaat makhluk hidup untuk kepentingan manusia;
4. mengetahui adanya saling ketergantungan antara makhluk hidup.
Dalam taksonomi terdapat tingkatan takson (hirarki) yang disebut unit
taksonomi. Urutan takson dari yang tertinggi hingga yang terendah adalah
sebagai berikut:

  • Kingdom (Kerajaan/dunia)
  • Filum (hewan) atau Devisio (tumbuhan)
  • Classis (kelas)
  • Ordo (bangsa)
  • Familia (suku)
  • Genus (marga)
  • Species (jenis)


              2.   Klasifikasi Makhluk Hidup
       
              Apakah klasifikasi itu? Apakah ada perbedaaan penggunaan sistem klasifikasi zaman dahulu dengan zaman sekarang? Awalnya, makhluk hidup yang berwarna hijau dan tidak dapat berpindah tempat digolongkan dalam dunia tumbuhan. Organisme yang tidak berwarna hijau dan mampu berpindah tempat digolongkan dalam dunia hewan. Keduanya dikenal sebagai organisme bersel banyak, namun setelah ditemukannya mikroskop semakin membuka cakrawala dunia, sehingga makin banyak makhluk hidup mikro yang ditemukan. Berdasarkan hasil penemuan tentang organisme bersel satu, maka penggolongan makhluk hidup tersebut tidak dapat diterima. Contohnya Euglena mempunyai ciri-ciri tumbuhan dan hewan. Euglena bergerak seperti hewan dan berklorofil seperti tumbuhan. Namun, pada waktu-waktu tertentu kehilangan klorofil dan menjadi heterotrof. Saat ini para ahli menggunakan sistem klasifikasi 5 kingdom yaitu Monera, Protista, Fungi (jamur), Plantae (tumbuhan), dan Animalia (hewan). Monera merupakan organisme yang tidak memiliki selaput inti atau prokariota. Protista merupakan organisme bersel satu dan memiliki selaput inti atau eukariotik (Whittaker, 1969). Sistem ini didasarkan pada hubungan evolusi masing-masing organisme. Tahukah kamu, apakah ciri dari kelima golongan makhluk hidup itu? Mari kita pelajari bersama

1. Dunia Monera
Kingdom atau dunia Monera adalah makhluk hidup bersel satu. Bagaimana cara mengamati hewan ini? Beberapa jenis Monera berupa benang atau berbentuk koloni. Organisme ini tidak memiliki inti sejati atau prokariotik. Sebagian besar bersifat heterotrof. Cara perkembangbiakannya dengan pembelahan, dan ada beberapa jenis yang melakukan konjugasi. Konjugasi adalah cara perkembangbiakan generatif untuk makhluk hidup yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya. Contoh dari kingdom ini adalah kelompok bakteri dan ganggang hijau biru. Kelompok ganggang hijau biru contohnya adalah Gloeocapsa, Nostoc. Contoh kelompok bakteri adalah Rhizobium, Clostridium, dan Azotobacter.
Contoh Monera :

Bakteri dalam lingkungan yang baik dapat berkembang biak dengan sangat cepat dengan membelah diri. Di lingkungan yang kering, panas atau kekurangan makanan, bakteri dapat membentuk dinding yang tebal sebagai pelindung dirinya, disebut kista (endospora). Setelah lingkungannya baik maka bakteri tersebut keluar dari dalam kista.


       Apakah peranan bakteri bagi manusia? Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan bagi kehidupan manusia. Bakteri yang menguntungkan di antaranya Clostridium pasteurianum, dan Azotobacter chroococcum. Bakteri itu merupakan bakteri pengikat nitrogen yang hidup bebas dalam tanah sehingga menyuburkan tanah. Contoh lainnya adalah bakteri Rhizobium radicicola yang merupakan bakteri yang hidup bersimbiosis dalam bintil akar kacang-kacangan (polong-polongan) sehingga dapat menyuburkan tanah. Contoh lain adalah bakteri belerang yang juga menguntungkan, yaitu dapat menyuburkan tanah, karena mampu menguraikan zat-zat kimia di dalam tanah menjadi zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Bakteri asam susu banyak dimanfaatkan dalam perindustrian. Bakteri ini digunakan dalam proses pembuatan mentega, keju, alkohol dan asam cuka. Tahukah kamu, apa contoh bakteri yang merugikan? Bakteri yang merugikan antara lain Salmonella typhosa menyebabkan penyakit tipus, Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC, Clostridium tetani menyebabkan penyakit tetanus, dan Shigella dysentriae menyebabkan penyakit disentri.

        Apakah ada cara untuk membinasakan bakteri agar tidak berbahaya lagi bagi tubuh kita? Cara yang dapat digunakan untuk membunuh bakteri, antara lain pasteurisasi dan sterilisasi.

       A. Pasteurisasi, dilakukan dengan pemanasan sampai suhu 70 ºC secara berulang-ulang. Dengan cara ini bakteri-bakteri yang bersifat patogen (penyebab penyakit) diharapkan mati. Pasteurisasi digunakan untuk mengawetkan susu. Orang pertama yang melakukan pasteurisasi adalah Louis Pasteur.

        B. Sterilisasi adalah pembasmian bakteri dengan cara memanaskannya hingga 110ºC–120ºC. Pada suhu 100ºC bakteri yang tidak dalam bentuk kista (endosprora) akan mati, sedangkan bakteri yang dalam bentuk kista akan mati pada suhu 120ºC. Cara ini umumnya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat. Selain dengan cara pemanasan, sterilisasi dapat juga menggunakan zat-zat kimia seperti alkohol dan larutan asam yang pekat.

2. Dunia Protista
            Tahukah kamu, apa perbedaan dunia Protista dengan dunia Monera? Kingdom Protista terdiri dari makhluk hidup bersel satu. Protosta ada yang hidup terpisah, berkoloni, atau merupakan organisme multiseluler sederhana. Protista memiliki selaput inti sehingga disebut eukariota, yaitu inti selnya terlindung oleh selaput inti. Kebanyakan bersifat heterotrof. Organisme ini berkembang biak dengan cara kawin dan tak kawin. Secara kawin dengan konjugasi sedangkan secara tak kawin dengan membelah diri. Protista yang menyerupai hewan adalah dari golongan Protozoa, meliputi Rizhopoda (contoh: Amoeba), Cilliata (contoh: Paramaecium), Flagellata (contoh: Euglena), dan Sporozoa (contoh: Plasmodium, penyebab malaria) Protista menyerupai jamur adalah dari golongan jamur lendir (Myxomycota), jamur ini bersifat fagosit, yaitu menelan bakteri, hama, spora dan komponen organik lain, serta dapat bergerak seperti Amoeba. Struktur tubuh Protista ada juga yang menyerupai tumbuhan adalah ganggang. Ganggang bersel satu soliter, contohnya Chlorella (masa kini dapat diolah menjadi makanan berprotein tinggi), dan ganggang bersel.
        satu koloni contohnya Volvox. Ganggang bersel banyak ada yang berbentuk benang misalnya Spirogyra, ganggang ini mampu berkonjugasi dan memiliki pita klorofil. Ganggang bersel banyak yang mempunyai bagian seperti akar, batang, daun. Contohnya Euceuma spinosum berwarna agak kemerahan dan mempunyai klorofil. Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan berupa agar-agar.
Gambar Atau Contoh

3. Dunia Jamur (Fungi)
           Apakah kamu suka makan jamur merang? Tahukah kamu, jamur apa saja yang ada di lingkungan kita? Banyak sekali jenis jamur yang ada di bumi ini, ada yang menguntungkan ada yang merugikan. Ilmu yang mempelajari jamur disebut mikologi. Ciri-ciri umum jamur adalah tubuh tersusun oleh satu sel (uniseluler) atau sebagian besar tubuh terdiri atas banyak sel (multiseluler). Sel-selnya bersifat eukariotik (berinti), membentuk benang atau hifa. Reproduksi dapat berlangsung secara generatif dan vegetatif. Jamur secara umum berkembang biak dengan spora. Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis. Jamur hidup sebagai saprofit, yaitu menguraikan zat sisa organisme atau sebagai parasit yaitu merugikan organisme lainnya. Fungi terdiri atas 4 divisio yaitu: Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota.

A. Zygomycota, contoh Rhizhopus oryzae, digunakan untuk pembuatan tempe.

B. Ascomycota, contoh Saccaromyces cerreviceae, digunakan dalam pembuatan minuman beralkohol. Contoh lain adalah Penicillium notatum jamur penghasil zat antibiotik yang dikenal dengan penisilin, dan Penicillium camemberti (bahan pembuat keju)

C. Basidiomycota, contoh Volvariella volvacea sering dikenal dengan jamur merang, dan Auricularia polytrica (jamur kuping)

D. Deuteromycota, contohnya Rhyzoctonia solani , menyebabkan penyakit pada Solanum sp (kentang).
       
         Beberapa contoh jamur yang merugikan antara lain Malassesia furfur (jamur panu), dan Aspergillus flavus (menghasilkan racun aflatoksin). Pernahkah kamu mendengar tentang lumut kerak? Mengapa lumut kerak berbeda dengan lumut? Lumut kerak terbentuk dari simbiosis mutualisme (saling menguntungkan kedua belah pihak), antara jamur dengan ganggang. Jamur memperoleh makanan dan oksigen dari hasil fotosintesis ganggang. Ganggang mendapatkan air dan perlindungan dari kekeringan oleh jamur. Golongan jamur yang bersimbiosis ini biasanya dari golongan Ascomycota dan Basidiomycota, sedangkan golongan ganggangnya berasal dari Cyanophyta (ganggang biru) dan Chlorophyta/ganggang hijau.


       Lichenes hidup pada kulit pohon, batu-batuan, tembok, serta pegunungan yang kering/panas, bahkan di daerah kutub. Oleh sebab itu, Lichenes disebut tumbuhan perintis (pelopor = pioner). Lumut kerak dapat hidup pada tempat di mana makhluk hidup (tumbuhan) lain dapat hidup. Hal tersebut terjadi karena Lichenes mudah menyesuaikan diri terhadap tempat hidupnya. Caranya dengan membuat lapukan pada batu-batuan. Contoh Lichenes adalah Usnea dasypoda (lumut janggut) untuk ramuan jamu, Peltigera polydactyla, berbentuk lembaran dan menempel tumbuh di permukaan tanah, dan Graphis sp menempel pada kulit pohon.


Dampak Rumah Kaca

A. EFEK RUMAH KACA
       Efek rumah kaca (green house effect) memegang peranan penting dalam melindungi kelansungan mkhluk hidup di muka bimi ini. Disebut sebagai pelindung.karena gas karbondioksida, metana dan jenis lain. termasuk uap air, dalam konsentrasi seimbang berfungsi menahan energi panas matahari yang memancarkan sinarnya ke bumi, sehingga permukaanya selalu dalam kondisi hangat
        Tanpa ada gas dan uap air, bisa jadi bumi berserta makhluk hidup yang menghinya akan membeku. Namun, rumah kaca juga akan menjadi bencana bila pterjadi peningkatan konsentrasi gas. Peningkatan konsentrasi ini terjadi karena penggunaan sumberdaya fosil (minyak bumi, gas alam dan batubara, misalnya), penggundulan dan pembakaran hutan yang di laukan secara berlebihan, efek yang ditimbulkan adalah perubhan iklim secara global.

         Selama 200 tahun terakhir,konsentrasi gas itu di udara naik seprtiga dari sebelumnya. Ini mengakibatkan, suhu udara juga meningkat hingga 0,5 sampai 1 derjat celcius. Juka konsetrasi ini tidak segera diatasi, maka abad ke-21 kenaikannya diperkirakan mencapai 2-6 derajat celcius.

          Penngundulan dan pembakaran hutan yang berlangsung hari- hari ini, terutama yang terkonsentrasi di pulau sumatra, termasuk Riau dan Jambi, memberi sumbangan yang besar pada peningkatan konsentrasi gas-gas itu di atmosfer. saat ini dampaknya sudah dirasakan hampir sepanjang tahun, misalnya polusi udara. Kota Pekanbaru dan bahkan juga negara tetangga seperti Singapura Malaysia dan Brunei darussalam, sudah terganggu dengan polusi udara itu.

           Dampak yang lebih mencemaskan dari mingkatnya suhu udara adallah peningkatan permukaan laut, yang pada akhirnya akan menggenai kawasn yang berada di ddataran rendah, seperti wilayah yang berada di bagian timur pulau Sumatera, terutama propinsi Riau. Bisa di bayangkan juga suhu global kemudian meningkat hinggal 2,5 derjat celcius. Jangankan wilayah Riau yang memiliki topografi landai dan pernah berada di bawah permukaan laun, negara-negara di Samudera Pasifik pun bisa lenyap

             Tetapi, apakah sebarnya yang di maksud dengan efek rumah kaca? Dan, apakah efek rumah kaca adalah sesuatu yang buruk? Jawaban singkatnya adalah : Efek rumah kaca ada proses masuknya radiasi dari matahari dan terjebaknya radiasi di dalam atmosfer akibat GRK sehingga menaikkan suhu permukaan bumi. Justru pada proporsi tertentu, efek rumah kacalah yang memberikan kesempatan kehidupan berbagai makhluk di planet ini. Artinya efek rumah kaca bukan sesuatu yang buruk, namun justru memberikan manfaat bagi kehidupan.

               Gas-gas yang membentuk atmosfer seperti uap air dan GRK relatif transparan terhadap radiasi- radiasi bergelombang pendek,tetapi. tidak terlalu transparan terhadap radiasi bergelombang panjang. Oleh karenanya, gas-gas tersebut membiarkan setengah radiasi matahari masuk ke permukaan bumi, tetapi menjebak 80-90 persen radiasi di dalamatmosfer. Radiasi yang terjebal inilah yang memberi kehangatan bagi semua makhluk hodup di permukaan bumi.

               Efek terjebaknya radiasi inilah yang disebut efek rumah kaca. efek rumah kaca sebenarnya bukanlah yang buruk bahkan justru efek ini yang memberikan kesempatan kehidupan di muka bumi. Kalau saja tidak ada efek rumah kaca, maka suhu rata-rata permukaan bumi bukanlah 15 drajat celcius seperti sekarang ini, melainkan -18 drajat celcius. Proses terjadinya efek rumah kaca ini berkaitan dengan daur aliran panas matahari. Kura lebih 30% radiasi matahari yang mencapai tanah  dipantulkan kembali ke angkasa dan diserap oleh uap, gas karbon dioksida, nitrogen, oksigen, dan gas-gas lain di atmosfer. Sisanya yang 70%diserap oleh tanah, laun, dan awan. Pada malam hari tanah dan badan air itu relatif lebih hangat daripada udara di atasnya.

              Energi yang terserap diradiasikan kembali ke atmosfer sebai radiasi inframerah, gelombang panjang atau radiasi energi panas. Sebagian besar radiasi inframerah ini akan tertahan oleh karbon dioksida dan uap air di atmosfer. Hanya sebagian kecel akan lepas ke angkasa luar. Akibat keseluruhannya adalah bahwa permukaan bumi di hangatkan oleh adanya molekul uap air, karbon dioksida, dan semacamnya.

              Pengaruh rumah kaca terbentuk dari interaksi antara atmosfer yang jumlahnya meningkat dengan radiasi solar. Meskipun sinar matahari terdiri dari atas bermacam-macam panjang gelombang, kebanyakan radiasi yang mencapai permukaan bumi terletak pada kisaran sinar tampak. Hal ini disebabkan ozon yang terdapat secara normal di atmosfer bagian atas, menyaring sebaigian besar sinar ultraviolet. uap air atmosfer dan gas metana dan pembusukan - mengabsorbsikan sebigan besar inframerah yang dapat dirasakan pada kuli kira semabagi panas. Kira-kira sepertiga dari sinar yang mencapai permukaan bumi akan direfleksiakan kembali ke atmosfer. Sebagian besar sisanya akan diabsorbsikan oleh benda-benda lainnya. Sinar yang diabsorbsikan tersebit akan diradiasikan kembali dalam bentuk radiasi inframerah dengan gelombang panjang atau panas jika bumi menjadi dingin.

              Sinar dengan panjang gelombang lebih tinggi tersebut akan diabsorbsikan oleh karbon dioksida atmosfer dan membebaskan panas sehingga suhu atmosfer akan meningkat. Karbin dioksida berfungsi sebagai fillter satu arah, tetapi menghambat sinar dengan panjang gelombang lebih untuk melaluinya dari arah yang berlawanan. Aktivitas fillter dari karbon dioksida mengakibatkan suhu atmosfer dan bumi akan meningkat.

              Pengaruh karbon dioksida yang dihasilan dari pencemaran udara berbentuk gas yang salah satunya adalah dari rumah kaca. Karbon dioksida mempunyai sifat meyerap sinar (panas) matahari yaitu sinar inframerah sehingga temperatur udara menjadi lebih tinggi karenanya. Apabila kada yang lebih ini merata di seluruh permukaan bumi, temperatur udara rata-rata di seluruh permukaan bumi akan sidikit nai, dan ini dapat megakibatkan meleburnya es dan salju di kutub dan di puncak-puncak pegunungan, sehingga permukaan airlaut naik.

B. EFEK GREEN HOUSE TERHADAP IKLIM MIKRO

Secara umum efek bangunan green house terhadap iklim mikro adalah sebagai berikut:

1. SIFAT OPTIK BAHAN COVERING DAN DAUN TANAMAN
              Penutup terang atau berwarna putih, mempunyai radiator photosythesis Active/RPA cukup besar kurang lepih 35-75% , dan refleksi konstan 10-20%. Sedangkan  untuk penutup gelap atau selain warna putih mempunyai RPA kurang leih 55-70%. Gelombang inframerah daun merefleksikan 70% radiasi yang diterimategak lurus di permukaan daun. Gelombang visible merefleksikan 6-12 %. Sinar hijau (500-600) nanometer refleksinya lebih besar 10-12%, sinar orange dan merah (600-700) nanometer refleksinya 3-10 persen.

2. EFEK GREENHOUSE TERHADAP SUHU DAN KELENGASAN UDARA

              Temperatur udara dalam suatu greenhouse akan meningkat sekitar 37-48 drajad celcius pada waktu penyinaran matahari sedang berlangsung. Penutup plastik mempengaruhi kenaikan suhu dan akan menurun mengikuti suhu tanaman. Pulu06.00 pagi hari suhu akan meningkat, pukul 02.00 siang hari suhu menurun dan pukul 20.00 malam suhu semakin konstan disebabkan energi matahari yang diterima akan semakin besar sesuai dengan sudut jatuh radiasi matahari.

              Suhu di atas tanaman meunjukkan kenaikan lebih tinggi dan jam 20.00 malam suhu semakin konstan. Kondisi panas dalam green house dibagi menjadi 2 yaitu : 
  1. suuhu ketinggian 0-100 cm mempunyai gradien vertikal suhu yang relatif rendah 
  2. dan ketinggian di atas tanaman 100-300 cm maka gradien vertikal temperatur relatif besar.
Tana,an dapat berfungsi sebagi stabilisator udara yaitu berperan sebagai penyumbat suhu udara di sekelilingnya, sehingga kalor atau panas di atas tanaman kurang stabil.

              Udara di dalam green house pada siang hari dipanasi oleh tariaman dan di dinginkan kembali oleh tanaman pada malam hari. Bertambahnya udara panas di dalam green house akibat aerodinamik dari tanaman terhadap pertukaran udara secara konveksi. Iklim tetap di dalam green house di sebabkan oleh keseimbangan antara penerimaan dan kehilangan panas. Sedangkan kelembaban udara di dalam gree house yang bernaman, pada umumnya tinggi dan lengas udara meningkat pada pukul 18.00 dan mulai konstan pada pukul 24.00 malam. Hal ini disebabkan pemanasan udara yang dilakukan oleh tanah atau bumi, sehingga terjadi penguapan lengas tanah dan kemudian karena tanaman mendinginkan udara maka uap air semakin besar.

4. EFEK GREEN HOUSE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

              Pertumbuhan tinggi tanaman dipengaruhi oleh faktor klimatik lingkungan seperti temperatur, RH, radiasi matahari, ecepatan angin dan curah hujan. Pertumbuhan tanaman dalam green house akan semakin cepat dan jumlah daun akan lebih bnyak apabila fotosintesis berlangsung dengan baik, jumlah radiasi gelombang 400-700 nanometer yang diterima cukup dan aearasi di dalam tanah serta kandungan air tanahnya cukup baik dan kelembaban udara tinggi. Gelombang radiasi yang di terima adalah RPA yang digunakan aktif untuk fotosintesis. Perutajan Co2 di tingkat daun, meningkatnya pencahayaan akan menaikkan suhu daun sehinggai air menguap dengan cepet. Naiknya subu membuat udara mampu membawa lebih banyak kelembaban dan akibat transpirasi meningkat. usaha atau merekayasa iklim mikro dalam green house, ada berbagai cara antara lain dengan mendesai type green house sesuai dengan jenis tanaman hortiultura yang diinginkan

Dampak Globalisasi

1. Pengertian Globalisasi
          Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

          Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara.

          Menurut asal katanya, kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya.
Dibawah ini beberapa konsep globalisasi menurut para ahli adalah:
a. Malcom Waters, Globalisasi adalah sebuah proses social yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan social budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
b. Emanuel Ritcher, Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
c. Thomas L. Friedman, Globalisasi adalah memiliki dimensi ideologi dan teknologi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia
d. Princeton N. Lyman, Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antar negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.

2. Proses Globalisasi
         Proses globalisasi lahir dari adanya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi transportasi dan komunikasi.

         Globalisasi akan memberikan corak budaya baru, dan memberi dampak yang luas terhadap kebebasan budaya setempat dan mengukuhkan domisi budaya barat dalma budaya masyarakat di negara-negara berkembang melalui penjajahan baru, yaitu kebudayaan.

         Bagaimanapun itu harus kita cegah karena kebudayaan bangsa merupakan hasil peninggalan nenek moyang bangsa kita yang harus kita jaga dan kita lestarikan.

         Salah satu penyebab terjadinya era globalisasi adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi komunikasi, seperti teknologi media cetak dan media elektronik.

         Ada 3 institusi yang memainkan peranan penting dalam globalisasi, yakni Dana, Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Pada dasarnya ke 3 institusi besar ini mempunyai tugas menstabilkan ekonomi dunia. Lembaga PBB adalah lembaga publik. Ini penting untuk anda ingat karena uang yang disediakan IMF berasal dari pajak masyarakat di seluruh dunia

3. Dampak Globalisasi
         Adanya globalisasi membawa manfaat bagi umat manusia tetapi ada juga dampak buruknya. Adapun dampak dari globalisasi anatar lain:
a. Dampak Globalisasi di Bidang Sosial dan Budaya
         Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD.Dampak positif globalisasi di bidang sosial adalah para generasi muda mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan mereka memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan jangkauan yang lebih luas. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa generasi muda yang tidak siap akan adanya informasi dengan sumber daya yang rendah hanya akan meniru hal-hal yang tidak baik seperti adanya bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis di tembok-tembok, dan lain-lain. Dengan adanya fasilitas yang canggih membuat seseorang enggan untuk berhubungan dengan orang lain sehingga rasa
b. Dampak Globalisasi di Bidang Ekonomi
         Dampak positif globalisasi di bidang ekonomi adalah mampu memacu produktivitas dan inovasi para pelaku ekonomi agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk-produk yang lain. Pada era globalisasi ini menuntut manusia yang kreatif dan produktif.Sedangkan dampak negatifnya adalah mampu menimbulkan sifat konsumerisme di kalangan generasi muda.Sehingga tidak mampu memenuhi tuntutan zaman karena sudah terbiasa menerima teknologi dan hanya mampu membeli tanpa membuatnya. Globalisasi dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup yang lebih tinggi.Semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara-negara kaya dengan negara-negara miskin. Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional. Membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. Munculnya lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, WTO.
c. Dampak Globalisasi di Bidang Budaya dan Politik
         Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Timbulnya gelombang demokratisasi (dambaan akan kebebasan).

4. Aspek – aspek globalisasi
         Berkembangnya arus globalisasi jelas memberikan dampak pada kebudayaan manusia. Banyak yang terlihat jelas dalam perubahan dan pegeseran pola hidup masyarakat, yaitu:
a. Agraris tradisional menjadi masyarakat industri modern
b. Kehidupan berasaskan kebersamaan menjadi kehidupan individualis
c. Kehidupan lamban menjadi kehidupan serba cepat
d. Kehidupan berasaskan nilai sosial menjadi konsumeris menjadi materialis
e. Kehidupan yang bergantung pada alam menjadi kehidupan yang menguasai alam.

         Dari contoh tersebut, terdapat beberapa macam pengaruh terhadap kehidupan masyarakat, dibagi menjadi 2 aspek, yaitu :
1. Aspek positif
         Beberapa aspek positif dari perkembangan teknologi dan arus globalisasi

  • Pola Hidup yang serba cepat
Teknologi memberikan manfaat waktu bagi masyarakat, misalnya dalam bidang pertanian,
petani yang awalnya memanen padinya 6 bulan sekali sekarang sudah dapat memanenkan 3 bulan
sekali, kemudian dalam bidang makanan banyak produk makanan siap saji (serba instant).



  •  Pesatnya Perkembangan Informasi dan Transformasi
Manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan adanya perkembangan informasi sangat banyak, misalnya dengan adanya internet anda dapat mencari ilmu pengetahuan secara gratis
dan berlimpah. Selain itu, perkembangan teknologi transformasi yang semakin cepat dan akurat, misalnya dengan adanya pesawat terbang kita dapat bepergian lebih cepat


  •  Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Melimpah
Dengan adanya pemanfaatan sumber daya alam akan memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat, misalnya pemanfaatan sumber daya emas oleh PT Freport di Papua akan memberiakan peluang pekerja bagi masyarakat Papua itu sendiri.

2. Aspek negative
          Perkembangan teknologi juga emberikan dampak negatif bagi kebudayaan masyarakat, dampak tersebut sebagai berikut:


  • Beralihnya Masyarakat Agraris Menjadi Masyarakat Industri Modern
Banyak industri modern berdampak pada kebutuhan tenga kerja yang sangat banyak sehingga masyarakat yang awalnya bekerja sebagai petani beralih pekerjaan menjadi buruh pabrik.

  • Perubahan dari kehidupan Berasaskan Kebersamaan Menjadi Kehidupan Individualis.

Hal ini terjadi karena kesibukan masyarakat yang sudah bersifat materialistis dan melupaka kehidupan sosialnya.

  • Masuknya Pola Hidup budaya barat.

Dampak Negatifnya seperti masuknya budaya barat yang bertolak belakang dengan budaya timur yang sederhana, sopan, dan santun.
           Fenomena anak melawan kepada orang tua, murid yang mengancam guru, perkelahian antara pelajar, model pakaian yang tidak sesuai, dan pemakaian perhiasan wanita oleh laki-laki merupakan perilaku menyimpang sebagai dampak negatif dari era globalisasi dan arus informasi yang tidak terbendung. Pendapat Selo Sumardjan bahwa perubahan budaya yang cepat dan saling menyusul mengakibatkan suasana yang berkepanjangan. Suasana anomi ialah suasana ketika masyarakat yang sedang mengalami perubahan budaya yang tidak mgnetahui secara jelas nilai-nilai budaya mana yang perlu diambil dan mana yang harus dikembangkan.


Zaman Pra-aksara Di indonesia

1. Pengertian Masa Pra-Aksara
            Masa pra aksara disebut juga zaman pra sejarah. Masa pra aksara di sebut juga zaman Nirleka , Nir artinya tidak ada , leka artinya huruf. Masa pra-aksara adalah zaman di mana manusia belum mengenal tulisan. Manusia yang hidup pada masa ini di sebut manusia purba.

            Walaupun masa pra aksara tidak mengenal huruf, namun peninggalan-peninggalanya dapat di ketahui dari sisa tubuh manusia dan hewan-hewannya, atau sering di sebut fosil, selain itu dari benda-benda peninggalan nya. Masa pra aksara ini di mulai sejak terbentuknya bumi
sampai manusia mulai mengenal tulisan.

            Ilmu yang mempelajari masa pra aksara yaitu Paleontropologi yaitu ilmu yang memepelajari bentuk manusia dari yang paling sederhana sampai manusia sekarang. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari fosil-fosil. Geologi adalah ilmu yang mempelajari lapisan tanah.

            Oleh karena zaman pra sejarah tidak meninggalkan bukti benda-benda bertulisan, maka benda-benda bersejarah dapat dianalisis umurnya dengan teknik analisis sebagai berikut: 1. Tipologi adalah cara penentuan umur benda berdasarkan bentuknya. Makin sederhana bentuknya makin tua umur benda tersebut, 2. Stratigrafi adalah cara penentuan umur benda berdasarkan lapisan tanah tempat benda tersebut, 3. Kimiawi adalah cara penentuan umur benda berdasarkan unsur-unsur kimia yang terkandung pada suatu benda.

2. Pembagian Zaman Prasejarah Menurut Geologi
            Perkembangan bumi dapat diketahui melalui ilmu geologi yakni mengenai komposisi proses dan sejarah pembentukan muka bumi serta strukturnya. Pembagian zaman menurut geologi adalah sebagai berikut:
A. Arkeozoikum adalah zaman tertua dalam sejarah perkembangan bumi yang berlangsung kira-kira 2500 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini kulit bumi masih panas dan masih belum ada kehidupan.

B. Paleozoikum, pada masa ini terjadi penurunan suhu bumi sehingga mulai muncul kehidupan binatang-binatang kecil seperti bakteri dan binatang bersel satu. Setelah itu muncul jenis ikan dan permulaan jenis amfibi dan reptil.

C. Mesozoikum disebut juga zaman sekunder atau zaman reptil. Pada masa ini terjadi pertumbuhan kedua dalam tingkat kehidupan mahluk hidup seperti dinosaurus serta jenis burung dan binatang menyusui tingkat rendah.

D. Neozoikum adalah masa bumi sudah stabil dan kehidupan semakin berkembang. Zaman Neozoikum dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Zaman tersier, binatang besar mulai berkurang dan muncul binatang menyusui seperti kera dan monyet.
2. Zaman kuarter, mulai muncul manusia purba.

3. Pembagian Zaman Pra-aksara Berdasarkan Arkeologi
            Zaman Pra-aksara berdasarkan arkeologi, dapat dibagi menjadi dua zaman sebagai berikut.
A. Zaman batu
            Zaman batu mebubjuk kepada suatu periode dimana alat-alat kehidupan manusia terbuat dari batu, meskipun ada alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu dan tulang tetapi pada zaman ini secara dominan alat-alat yang digunakan terbuat dari batu. Zaman batu dibedakan lagi menjadi tiga
periode sebagai berikut.

1). Zaman batu tua (Paleolithikum)
            Zaman batu tua merupakan suatu masa dimana hasil buatan alat-alat dari batunya masih kasar dan belum diasah sehingga bentuknya masih sederhana. Misalnya kapak genggam. Hasil kebudayan paleolithikum banyak ditemukan didaerah Pacitan dan Ngandong Jawa Timur.
2). Zaman batu Madya (Mesolithikum)
            Zaman batu madya merupakan masa peralihan dimana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua. Misalnya pabble/kapak sumatra.
3). Zaman batu muda
            Zaman batu muda merupkan suatu masa dimana alat-alat kehidupan dibuat dari batu yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurnadari zaman sebelumnya. Misalnya kapak persegi dan kapak lonjong.

A. Zaman logam
           Dengan dimulainya zaman logam bukan berarti nerakhirnya zaman batu, karena pada zaman logampunalat-alat dari batu pun terus berkembang bahkan sampai sekarang. Zaman logam hanyalah untuk menyatakan bahwa pada zaman tersebut alat-alat dari logam telah dikenal dan digunakan secara dominan.

           Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan yang ada di Eropa, karena zaman logam di Eropa mengalami tiga pembagian zaman, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Sedangkan di Indonesia khususnya di Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman
tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan.

4. Pembabakan zaman Pra-aksara berdasarkan ciri kehidupan
masyarakat.
           Zaman pra-aksara di indonesia berdasarkan ciri kehidupan masyarakat, dinagi dalam tiga babak yaitu:
A. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
           Pada masa ini, kehidupan manusia hanya berpusat pada upaya mempertahankan diri ditengah-tengah alam yang penuh tantangan, dengan kemampuannya yang masih sangat terbatas. Kegiatan pokoknya adalah berburu dan mengumpulkan makanan, dengan peralatan dari batu, kayu dan tulang.
B. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut.
           Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, di indonesia sudah ada usaha-usaha untuk bertempat tinggal secara tidak tetap di gua-gua alam, utamanya di gua-gua payung, yang setiap sat mudah untuk ditinggalkan, jika dianggap sudah tidak memungkinkan lagi tinggal di tempat itu.
C. Masa bercocok tanam
          Perubahan dari masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut ke masa bercocok tanam memakan waktu yang sangat panjang, karena tingkat kesulitan yang tinggi. Pada masa ini sudah mulai ada usaha bertempat tinggal menetap di suatu perkampungan yang terdiri atas temapat tingal-tempat tinggal sederhana yang dihuni secara kelompok. Mulai ada kerjasama dan peningkatan unsur kepercayaan yang diharapkan adanya peningkatan kesejahtraan masyarakat dan ketentraman

hidupnya.

5. Pembagian Zaman Prasejarah Menurut Alat-alat yang digunakan
          Berdasarkan hasil kebudayaan yang ditinggalkan, kehidupan pada masa prasejarah dibedakan menjadi dua yaitu zaman batu dan zaman logam.
A. Zaman Batu
          Zaman batu adalah masa dimana manusia purba menggunakan peralatan yang terbuat dari batu, zaman batu digolongkan menjadi:
1. Zaman batu tua (Palaeolithikum), pendukung kebudayaan batu tua
Pithecanthropus Erectus, zaman ini memiliki ciri-ciri:
a. Jenis alat yang digunakan adalah kapak perimbas dan alat serpih
b. Nomaden
c. Berburu dan meramu
d. Belum mengenal seni
2. Zaman batu tengah (Mesolithikum) memiliki ciri-ciri:
a. Ditemukan kjokkenmoddinger atau sampah dapur.
b. Ditemukan abis sous roche yaitu gua-gua tempat tinggal manusia
purba.
c. Mengenal seni lukis.
d. Alat yang digunakan disebut peblek/kapak sumatera.
e. Mulai mengenal kepercayaan.
3. Zaman batu muda (Neolithikum) ciri-cirinya adalah:
a. Peralatan sudah dihaluskan bahkan sudah diberi tangkai.
b. Jenis kapak yang digunakan persegi dan lonjong.
c. Tempat tinggal menetap.
d. Bercocok tanam,
e. Kepercayaan anemisme dan dinamisme.
4. Zaman batu besar (Megalithikum) telah ditemukan Menhir,dolmen sarkofagus,waruga,punden berudak dan patung nenek moyang.

B. Zaman logam
          Zaman logam adalah masa dimana manusia purba telah menggunakan alat-alat yang terbuat dari logam. Zaman logam dibagi

menjadi 2:
1. Zaman tembaga, pada zaman ini terdapat alat-alat rumah tangga yang terbuat dari tembaga. Zaman tembaga tidak pernah terjadi di Indonesia.
2. Zaman perunggu, pada zaman ini terdapat alat-alat rumah tangga yang terbuat dari perunggu campuran dari tembaga dan timah. Alat yang terbuat dari perunggu seperti: Nekara,Moko,Kapak corong,Arca perunggu, Bejana perunggu,Perhiasan perunggu.

C. Zaman besi
          Manusia telah membuat alat-alat rumah tangga yang terbuat dari besi yang dilebur. Tingkat kehidupan pada masa ini jauh lebih baik dari pada masa sebelumnya. Karena besi mjudah lapuk sehinga peninggalan pada masa ini sulit ditemukan.

6. Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia
          Ada beberapa jenis manusia purba yang pernah hidup di Indonesia, yaitu:
A. Megantropus
          Megantropus Paleojavanicus adalah manusia paling primitif yang pernah ditemukan di Indonesia oleh Von Koeningswald tahun 1936 dan 1941di formasi Pucangan, Sangiran. Fosil yang ditemukan tersebut berupa rahang manusia purba yang berukuran besar. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis manusia tersebut bertubuh sangat besar. Fragmen rahang bawah lain ditemukan oleh Marks pada tahun 1952 di lapisan terbawah formasi Kabuh.
B. Pithekanthropus Erectus
          Fosil Pithecanthropus adalah dosil manusia yang paling abnyak ditemukan di Indonesia, yaitu di Mojokerto, Kedungtrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong. Bentuk Pithecanthropus tidak setegap Meganthropus. Tingginya kira-kira 165-185 cm. Fosil Pithecanthropus Erectus sat saling dihubungkan membentuk sebuah kerangka yang mirip kera. Maka Pithecanthropus Erectus berarti manusia kera yang berjalan tegak.
C. Homo
          Homo Sapiens Wajak I ditemukan dekat Campur-darat Tulungagung Jawa Timur oleh Van Rietschoten tahun 1889, terdiri atas tengkorak, termasuk fragment rahang bawah, dan beberapa buah ruas leher. Temuan tersebut pertama kali diselidiki oleh Dubois. Homo Sapiens Wajak II ditemukan oleh Dubois tahun 1890 ditempat yang sama, terdiri atas fragment-fragment tulang tengkorak, rahang atas dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kering.

7. Corak kehidupan masyarakat pra-aksara di Imdonesia
          Corak kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia pada akhir prasejarah pada dasarnya meliputi.
A. Sistem kepercayansistem
          kepercayaan masyarakat diperkirakan mulai tumbuh pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut yang terjadi pada zaman Mesolithikum. Bukti yang turut memperkuat adanya corak kepercayan pada zaman pra sejarah adalahdi temukannya lukisan prahu pada nekara. Lukisan tersebut menggambarkan kendaraan yang akan mengantarkan roh nenek moyang ke alam baka. Kepercayaan terhadap roh inilah yang dikenal dengan istilah animisme. Animisme berasal dari kata
Anima artinya jiwa atau roh, sedangkan isme artinya paham atau kepercayaan. Selain itu terdapat juga kepercayaan Dinamisme. Dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Dengan demikian kepercayaan masyarakat prasejarah adalah Animisme dan Dinamisme.
B. Kemasyarakatan
          Masyarakat terbagi-bagi menjadi menjadi kelompok-kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Masing-masing kelompok memiliki aturan-aturan sendiri, dan disamping adanya aturan yang umum yang menjamin keharmonisan hubungan masing-masing kelompok. Aturan yang umum dibuat atas dasar kesepakatan bersama/musyawarah dalam kehidupan yang demokratis. Dengan demikian sistem lemasyarakatan pada masa pra sejarah di Indonesia telah dilandasi dengan musyawarah dan gotong royong.
C. Pertanian
          Sistem pertanian yang dikenal oleh masyarakat prasejarah pada awalnya dalah berladang atau huma yang hanya mengandalkan pada humus, sehingga bentuk pertnian ini wujudnya berpindah tempat. Pada masa perundagian sistem persawahan memngalami perkembangan mengingat adanya spesialisasi atau pembagian tugas berdasarkan keahliannya. Sehingga masyarakat pra-sejarah makin mahir dalam persawahan.
D. Pelayaran
          Dengan adanya perpindahan bangsa-bangsa dari daratan Asia ke Indonesiamembuktikan bahwa sejak abad sebelum masehi, nenek moyang bangsa Indonesia sudah memiliki kemampuan berlayar.
Kemempuan berlayar terus mengalami perkembangan, mengingat kondisi geografis Indonesia terdiri dari pulau-pulau sehingga untuk sampai kepada pulau yang lain harus menggunakan perahu. Jenis perahu yang digunakan adalah peru bercadik.
E. Ilmu pengetahuan dan teknologi
          Sejak zaman Neolithikum, masyarakat Indonesia telah mengenal pengetahuan yang tinggi, diman masyarakat telah dapat memanfaatkan angin musim sebagai tenaga penggerak dalam aktivitas
perlayaran. Juga mengenal astronomi atau ilmi perbintangan sebagai petunjuk arah pelayaran atau sebagai petunjuk waktu dalam bidang pertanian. Selain berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi juga dikenal oleh masyarakat pra-sejarah terutama pada zaman perundagian, yaitu teknologi pengecoran logam.
F. Kesenian
          Kesenian dikenal oleh masyarakat pra-sejarah sejak zaman Mesolithikum yang dibuktikan dengan adanya lukisan-lukisan pada dinding goa. Untuk selanjutnya kesenian mengalami perkembangan yang pesat pada zaman Neolithikum, karena pada masa bercocok tanam terdapat waktu senggang dari menanam hingga panen. Yang dimanfaatkan oleh msyrakat untuk menyalurkan jiwa seni, dari seni membatik, gamelan hingga wayang.